Rabu, 27 Juli 2016

Hidup itu Bukan Drama

Di drama, semua permasalahan pasti akhirnya terselesaikan dengan minta maaf dan mengakui kalo itu emang salahnya. Walaupun ada kesalahpahaman apapun, pasti semuanya selesai dengan baik dan habis itu? Nothing problem again. Tapi ternyata, di kehidupan nyata, sulit ya? Semua permasalahan nggak mesti selesai. Dibiarkan menggantung. Tetap menjadi kesalahan atau kita sendiri yang harus merelakan itu dan memaafkan tanpa harus orang itu yang minta maaf. Melihat kenyataan itu, pahit juga ya ternyata?

Di drama, banyak juga kesulitan-kesulitan. Bahkan di setiap episodenya, selalu ada masalah. Bahkan lebih rumit dari kehidupan nyata. Tapi pasti di akhir episode, ada penyelesaiannya. Dan penyelesaiannya itu, walaupun kita awalnya saling membenci, saling mengejek, saling berkelahi, tapi akhirnya semua baik-baik aja.

"Maafin aku, itu salahku". Apa mungkin di kehidupan nyata, orang akan dengan mudah mengatakan hal itu? Apalagi dengan banyak masalah di kehidupan ini. Terkadang aku berpikir, lebih enak kehidupan di drama ya daripada kehidupan nyata? Udah cowok-cowoknya ganteng haha itu salah satu faktornya sih. Selain itu, semua masalah juga pasti selesai.

Aku yakin, mau kita melewati 1 lebaran, 2 lebaran, atau bahkan 1000 lebaran, kita bakalan terus seperti ini. Bahkan untuk membuat seseorang (siapa ya? haha) menyesal dan minta maaf, harus nunggu setahun. Apa yang satu ini juga bakalan minta maaf? Aku tau aku salah, tapi nggak seharusnya kan kita hidup berdampingan tapi kayak nggak pernah kenal. Bahkan saat aku sudah meminta maaf pun, keadaan tak bisa kembali seperti dulu lagi.

Bukannya setiap manusia pasti memiliki kesalahan? Tak seharusnya hanya orang yang disalahkan yang minta maaf, tapi selama kita masih satu lingkungan, sepatutnya kita saling meminta maaf. Karena kita tak pernah tau, sesuatu yang kita lakukan bisa saja membuat kehidupan orang lain menjadi hancur.

Tapi aku takkan pernah hancur hanya karena ditinggalkan. Aku pernah ditinggalkan seseorang, tapi sampai sekarang aku juga masih hidup dengan baik. Aku akan membuktikan kepada dunia bahwa aku patut diperjuangkan dan bukannya ditinggalkan. Aku adalah wanita. Wanita adalah makhluk Allah yang kuat. Air matanya bukan membuktikan bahwa ia itu lemah, tapi itu adalah luapan emosinya. Ada orang yang lega setelah menangis, itulah yang aku lakukan. Tapi kini, aku akan lebih banyak tersenyum dan tertawa kepada dunia. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa hidup dengan sangat baik, hidup sukses dan bahagia tanpa orang-orang yang menyia-nyiakanku :)



Banyumas
1 Juli 2016

1 komentar:

  1. Semangat, bu. Life is never flat. Apalagi jadi temenku, nano nano kan wkwkwk :3

    BalasHapus