Senin, 20 Desember 2010

My Scary Field Trip :/

Kemarin hari Ahad, 19 Desember 2010, sekolahku, SMA Muhammadiyah 2 mengadakan field trip. Kebetulan kelasku, XG kedapatan di Semarang-yang nantinya akan mengunjungi 2 tempat, Masjid Agung Semarang dan Lawang Sewu- bersama 2 kelas lain, yaitu kelas XH dan XI, sehingga tiga kelas inipun dibagi dalam 2 bis yang berbeda. Sebelum hari-H, kita sudah dapat isu kalau kita ke Semarangnya akan menggunakan bus Kopata, kita shock banget pas denger isu itu. Pas hari-H-nya pukul 05:45 aku berangkat dari rumah dengan menggunakan motor, karena di undangannya jam 06:00 harus sudah sampai di sekolah. Pada saat bus datang, hati kita langsung lega karena busnya bukan Kopata dan terlihat bagus dari luar, busnya bertuliskan “Karya Jasa”. Sepertinya bus ini ber-AC, pikir kita.

Kira-kira pukul 06:30 baru diadakan upacara (ndadak pake upacara segala ya -_-), itupun ceramahnya setahun #lebeh, aku aja nggak ndengerin bapaknya ngomong apa dari tadi. Aku cuma ngobrol-ngobrol aja sama temen-temen, kita nggak minat ndengerin ceramah panjang lebar yang membosankan itu (nakal ya). Pukul 07:00 kita baru bubar upacara dan langsung capcus cari bus masing-masing sesuai daftar yang telah dipasang di papan pengumuman.

Bus 16, bus 16 mana ya? Oh itu.. Kita shock lagi pas tau kalau bus ini tidak ber-AC, fasilitas inikah yang pantas kita dapatkan? -_- Aku duduk disamping Windya di kursi sebelah kiri kedua dari depan, Windya yang didekat jendela. Didepan kita ada Bayu sama Wafin, sebelum bu guru ngusir mereka kebelakang. Untung saja masih ada Ulfa sama Syima yang duduk dibelakang kita, jadi kita masih ada teman untuk ngobrol. Ya karena penghuni yang lain adalah anak-anak kelas XH dan XI yang tidak terlalu akrab denganku. Ya meskipun ada pastime-ku juga sih disini hehe #nggakpenting #ignore

Diperjalanan menuju Semarang, cerewetku kumat. Aku ngobrol sama Windya terus, yang banyak ngomong mesti aku hehe. Windya mah banyak diem, liatin pemandangan dibalik jendela kaca disampingnya, dia juga asyik smsan sama ehemnya. Kalau aku mah kalau mulutku udah pegel ngobrol sama dia ya cuma ngalamun aja liatin kanan-kiri. Mau smsan nggak ada yang bisa diajak smsan; mau ndengerin mp3, takut HP lowbat, salting juga gara-gara sebelahku laki-laki, nggak bisa diajak ngobrol lho maksudnya hehe.

Me-Ulfa-Windya
Rupaku sok imut banget --"

Pas udah nyampe Semarang, Masjid Agung-lah yang pertama kita kunjungi. Kebetulan penelitian kelompokku dapetnya yang disini, jadi setelah sholat Dhuhur-Ashar yang diJama’-Qashar, kupanggil semua anggota kelompokku untuk berkumpul dan berkeliling masjid untuk meneliti. Sebenarnya kita seharusnya wawancara takmir masjid ini atau para pengunjung disini, tapi hawanya kita males banget, jadi ya kita cuma foto-foto aja disini, nanti laporannya googling aja hehe.




Bayu-Puput-Syima-Me

Me-Puput

 Me-Puput-Bayu


Me-Bayu-Puput

 Me-Bayu-Puput

 Me-Puput-Syima

Me-Puput-Syima

Setelah capek berfoto ria dengan kelompokku, kita naik ke bus dan langsung cabut ke Lawang Sewu. Pas udah nyampek -kita kan udah penelitian di Masjid Agung- jadi disini kita cuma piknik saja (sebenarnya sama aja sih, intinya cuma foto-foto doang :D). Setelah muter-muter gedung Lawang Sewu dengan dipandu oleh seorang guide, kita tertarik buat nyobain masuk ke ruang bawah tanahnya yang pernah digunakan buat tempat uji nyali yang ditayangkan di televisi. Kirain gratis ya, eh ternyata bayar 10rb hehe nggak apa-apa kali ya buat pengalaman. Yaudah aku bayar terus pakek sepatu boat soalnya kan didalam tempatnya basah gitu. Aku dan teman-temanku deg-degan pas udah dipanggil buat masuk, kita gandengan pas masuk. “Pokoknya nggak boleh nambah dan nggak boleh kurang” gitu kata orangnya, hii serem ah..

“Waktu jaman Belanda dulu, ruang bawah ini digunakan sebagai pendingin ruangan. Cara kerjanya: saat musim hujan, air hujan ditampung dalam ruangan ini. Saat musim kemarau, air yang telah tertampung ini akan menguap dan menyababkan ruangan yang diatasnya menjadi sejuk. Selain digunakan sebagai pendingin ruangan, ruang bawah tanah ini juga digunakan sebagai penjara orang-orang Belanda.

Step 1, tahanan akan dimasukkan satu-satu ke beberapa ruang kecil berpintu, yang hanya ada lubang kecil untuk bernafas.

Step 2, setelah tahanan lemas, tahanan akan dimasukkan ke ruang penjara jongkok.

Step 3, tahanan akan dimasukkan di ruang eksekusi, jadi disini tahanan akan dipenggal kepalanya dan darahnya ditampung dalam sebuah baskom besar.” Guide bercerita panjang lebar tentang sejarah ruang bawah tanah ini, aku merinding sambil tetap berpegangan tangan dengan temanku dan terus beristighfar dalam hati.

Setelah selesai menyusuri ruangan gelap mengerikan ini, akhirnya keluar juga. Aku membeli 2 stiker lawang sewu untuk kenang-kenangan, kemudian masuk bus. And now is time to go home! Pengalaman field trip yang menyenangkan sekaligus mengerikan ):)



Sumpah rupaku --''

Me-Windya

 Windya-Dessy-Me

Danik-Windya-Me